Selamat Datang di Blog Ceria bersama ---- Thanks telah Berkunjung ---- Jangan lupa tinggalkan Komentar

Minggu, 28 September 2014

"DUKA DAN BAHAGIA KALI INI"

Berita duka "inalillahiwainnailahirojiun" wak solha istri dari bpk parli depan rumah samping kami meninggal dunia pada pukul sekitar jam 10 wib. meninggal di RS charitas belitang menderita sakit yang kami dengar sakit Tipus, namun memang sebenarnya sebelumnya telah memiliki riwayat sakit Deabetes. Kami selaku tetangga dekat turut berbela sungkawan. ketika meninggal dunia kami sedang berada di sawah untuk ambili kayu. karena kami berusaha untuk mengumpulkan kayu untuk bahan bangunan rumah yang akan kami bangun.
selain kabar duka karena meninggalnya tetangga kami "keluarga kami juga memiliki berita bahagia dgn bertambahnya anugrah dan rizki yang telah Allah berikan kepada kedua orang tuaku, berupa "manak/kelahiran sapi".
darah yang mengalir begitu derasnya seperti tak mau lagi terbendung, namun masih bisa terbendung. aku memulai OL ku sudah berjalan lima hari ya walaupun sehari 10 menit namun tetap aku sempatkan. aku ingin membentuk sesuatu yang baru dan menjadikan diri lebih percaya diri, ya walaupun semua itu tidak seindah dan semudah yang dibayangkan. usaha dan kerja keras di iringi tekat dan doa ku yakin semua bisa.

Jumat, 26 September 2014

editan

Menjadi seorang wanita yang normal adalah harapan dan impian setiap insan. aku akan berusaha untuk selalu bangkit dan terus berlatih utuk bisa berjalan sendiri. bulan agustus kami mulai membersihkan tempat yang akan kami tanam rumah, planing kami bulan depan kami akan memulai pembangunan terseut, aku dan suami hanya bisa berdoa agar semuanya berjalan sesuai dengan harapan. dana yang kami punyapun masih sangat minimal. bertekad dan terus beritikat yang baik kami telah berusaha dengan bismillah..."

Selasa, 12 Agustus 2014

Hidup adalah tempat bertumpunya penderitaan dan kebahagian. Penderitaan yang dialami tak selamanya akan membuahkan kekecewaan, justru dibalik penderitaan ada kebahagiaan yang hakiki. tak selamanya kehidupan akan melulu menderita terus menerus.

duh sungguh tak kusangka begini caranya. ternyata untuk mencabut gigi yang sehat di awali dengan suntikan bius di gusi atas dan bawah. walah mau menolak udah terlanjur masuk mau berobat dan menghasilkan gigi imitasi. mau menolak ku berpikir suamiku aja udah berjuang menghantarkan aku kesini untuk berobat, la kok mau nolak. akhirnya ku hibur hatiku dan rasa ketakutanku dengan membuka memori ketika aku akan melahirkan ishaq yang ku perjuangkan dengan jalan operasi. lebih  berat dan lebih patal akibatnya kalau aku gagal operasi ketika itu, toh sudahnya fain-fain aja. alhasil dokter berhasil membius gigiku yang akan di cabut.

setelah disuntik bius tepat di gusi atas dan bawah, untuk sejenak kami menunggu...ku perkirakan kemungkinan agar obatnya mulai bekerja terlebih dahulu. baru setelah selang sepuluh menit dokter mulai bereaksi mencongkel dan mencabut gigiku, "kalau sakit nyeri nyomong ya...., tapi kalau terasa kayak dicabut ya biarkan aja".......

ketika dokter mulai beraksi mencongkel gigiku aku tetap membuka mata, kulihat betapa sulitnya dokter tersebut akan mencongkel gigiku, ku ingin melirik suamiku namun tak terlihat yang terlihat hanya wajah dokter tersebut berusaha untuk mencabut gigiku.

Senin, 11 Agustus 2014

BENTENGI GENERASI DENGAN RAMBU AGAMA


BENTENGI GENERASI DENGAN RAMBU AGAMA
Bercerita tentang kendala dalam hidup sungguh tak kan ada habisnya. Dunia ini masih punya tuan dan kekacauan yang terjadi selama ini, sungguh itu semua adalah ulah ketamakan manusia. Manusia hanya ingin memperkaya diri, tanpa melihat dan merasakan kepedihan orang-orang disekitarnya. Pejabat yang dijadikan sebagai pablik figur dan panutan masyarakat, serta mengemban amanah rakyat, justru menodai amanah tersebut, tidak hanya tidak menghargai, namun dengan jelas menodai dengan tangan mereka sendiri.









Sungguh kejadian akhir-akhir dinegeri ini, membuat mata terbelalak lebar dan membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana tidak orang yang selama ini julukannya sebagai wakil tuhan, justru menodainya dengan tangan berlumur dosanya. Sebenarnya hati ini masih bertanya, benarkah semua teman-temanya atau krunya tidak terlibat, karena apa lazimnya korupsi itu atau suap menyuap tidak dilakukan sendiri, namun berjamaah.
Wahai teman kita semua ini hanya manusia yang suatubsaat dan pasti  akan menghadappi apa itu yang dinamakan mati. Maka dari itu jika hidup kita hanya dipenuhi banyak bermaksiat apalah artinya. Hidup hanya sekali hiduplah yang berarti, hidup hanya titipan ingin yang nnamanya titipan suatu saat akan diambil tuanya. Kewajiban kita untuk tetap menjaga dan merawat titipan dengan sebaik mungkin. Agar manusia tetap dalam kebaikan dan kesuksesan. Jalani kehidup dengan rambu-rambu agama. Berjalan diatas koridor agama sungguh akan memberikan kenyamanan dan ketentraman dalam hidup.
Rambu-rambu agama akan senantiasa membentengi manusia dalam bertindak diluar kemanusiaan. Maka dari itu diperlukan pendidikan dan pembelajaran dalam mengarungi kehidupan ini. Pendidikan digunakan untuk memanusiakan manusia, atau untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia dan berkarakter agama. Pendidikan yang ditanamkan sejak dini akan membekas dalam kehidupan, mengajari anak sejak dini tentang agama, tak akan berpengaruh buruk untuk kehidupan sosialnya, justru akan membentuk karakter anak tersebut menjadi baik dan senantiasa tetap berjalan dalam koridor agama.
Anak yang sejak dini ditanamkan kehidupan beragama diaharapkan kehidupannya mendatang dalam bertindak dan melakukan sesuatu bukan karena materi dunia atau ketakutan pada kekuasaan manusia namun dia takut pada kekuasaan pada Allah SWT. Walaupun dia bersembunyi dan diam-diam dalam melakukan pengingkaran agama, dia akan merasakan ketidak tenangan sehingga dia cepat bertaubat dan tidak akan macam-macam dalam mengarungi kehidupan yang hanya sekali ini.
Pendidikan rambu-rambu agama yang sudah ditanamkan sejak dini akan mendarah daging. Diharapkan kelak bila ia dewasa dan menerima amanah memegang tampuk kepemimpinan dia akan menjadi seorang pemimpin yang amanah dan siap untuk mengemban amanah rakyat, sehingga diharapkan tidak lagi menjadi pemimpin dan pemegang amanah yang mempperkaya diri, Dan tak takut pada Azab ILLAHIROBBY. Di harapkan generasi yang akan datang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Yang kesemuanya hanya akan menyengsarakan rakyat dan mendatangkan azab diri. Sungguh hal yang keji, nau’zubillah mindzalik.







Indahnya Awal Pernikahan .......
kan tetap ku jaga dan pertahankan meskipun angin mulai berhembus kencang
ku kan menghindari angin karena ku takut kan menjadi badai...

Menjaga lebih sulit ketimbang mencari...
makanya satpam banyak dibutuhkan..

senyum yang masih mengembang
belum tersentuh oleh nikmatnya kehidupan
deritapun belum terlukiskan
yang terlintas dan terpikir hanya kebahagian

jikapun takdir tuhan berkehendak lain
itu suatu ujian menuju tingkat kedewasaan

jangan pernah marah dengan kehidupan
itu hanya kesia-siaan...........................
takkan berbuah solusi yang menjanjikan
renungkan dan bolak-balik suatu peristiwa
tentu semuanya akan terjawab dengan hikmah
hikmah yang tersembunyi dari p

Teka-Teki Kehidupan

Ketika tiada lagi usaha untuk mempertahankan
ketika itulah jalan perjuangan telah berakhir
pergulatan panjang yang menyisakan cerita
kenangan dan tragedi suka dan duka menjadi satu kesatuan
apakah semuanya akan berakhir diambang kehancuran

semua insan mempunyai ambang batas pertahanan
dalam segala hal...........
duri yang semakin hari semakin dalam menghinggapi
tiada terasa lagi...

kan ku tulis luka dan kepedihan ini diatas pasir
kelak bila tersapu oleh debu dan terbawa angin
keiklasan itu akan ku gapai
ku tak ingin memahatnya dibatu
kelak dia akan menjadi sumber dendam yang membara

aku hanya sehelai daun yang menempel di daha pohon
suatu ketika aku pasti akan kering dan jatuh
aku takkan pernah memarahi atau memngutuk pohon
karena itulah sudah menjadi garis kehidupan

entah sampai kapan aku sanggup menempel dan terus bertahan
yang jelas sampai waktunya tiba....itulah akhir kehidupan

walaupun demikian ku selalu berdoa dan berusa tetap bisa bertahan
meskipun ku telah terlepas dari pohon
ku berharap masih ada yang bisa memanfaatkan aku agar aku tetap mempunyai nilai...

Kamis, 10 Juli 2014

ULTAH PERNIKAHAN

Suka maupun duka telah kami jalani bersama, hari ini genap 4 tahun usia pernikahan kami. aku slalu berdoa dan berusaha untuk menjadi wanita yang paling istimewah selalu bagi suamiku. doaku rumah tangga ini selalu sakinah mawadah warohmah. dan tiada yang akan memisahkan dan mencerai berai kami kecuali maut menjemput. Alhamdulillah selama ini rumah tangga kami senantiasa dilindungi dan senantiasa diberikan kebahagiaan, meskipun ada masalah kami bisa mengatasinya dengan kesabaran dan pemecahan. seperti sistim penggadaian " mengatasi masalah tanpa masalah".

suami sesosok pria idaman bagiku...
pantang menyerah dan pasrah...
seorang laki-laki penyabar dan penuh kasih sayang
bekerja slow namun penuh kepastian

entahlah aku mau nulis apa lagi tentang keadaan suamiku yang dimataku dia seorang laki-laki sempurna yang memang diciptakan Allah untuk diriku. suami bukan terlahir dari keluarga yang berpunya. sebelum menikah aku sudah memikirkannya bagaimana nantinya aku akan menghadapi bahtera rumah tangga yang banyak liku dan kebutuhan pinansial yang tidak sedikit. aku bukan menikah dengan kemiskinannya namun aku menikah dengan seorang yang tepat. seorang pekerja keras meskipun miskin namun pendidikannya sederajat dengan diriku sehingga ketika kami memecahkan masalah dan memikirkan jalan menuju masa depan yang cerah tidak banyak bertentangan dalam hal berpendapat.

 kami saling mengenal lebih dekat dan mulai mengerti satu dan lainnya ketika aku duduk di bangku sekolah menengah pertama setelah ujian akhir nasional sekitar tahun 2003. masa yang paling indah dan sangat indah untuk diarungi meskipun hanya cinta monyet dan saling pandang jarak jauh. ketika itu mulai bersemi benih cinta kami, kami lalui hari-hari kami dengan mengalir bagaikan air. jarak tempat tinggal kami memang tidak berjauhan, saat aku berdiri didepan jendela kamar aku bisa menatap tempat tinggalnya. ketika ia berdiri dibelakang namun tak dipungkiri ketika itu badai itu menerjang dan saling menggoyahkan hati kami