Selamat Datang di Blog Ceria bersama ---- Thanks telah Berkunjung ---- Jangan lupa tinggalkan Komentar

Minggu, 23 November 2014

Cerita Hati



Alhamdulillah aku masih diberikan umur panjang kesehatan dan kenikmatan islam iman, yang kesemuanya itu dalam satu kesatuan yang utuh dan menjadi anugrah terindah yang kumiliki dan alasanku bertahan dalam kehidupan yang fatamorgana ini. Pengorbanan dan keiklasan inilah yang terkadang menjadi pelabuhan terakhir ketika hati dan pikiran menemukan ketidak nyamanan dan penderitaan bathin yang ku alami, aku berjanji pada diriku sendiri jika aku akan menyimpan rapat-rapat luka hati ini, biarkan luka ini kutulis diatas pasir ditepi pantai, kelak jika ombak datang di akan membawa serta dan menghapus semua kesedihan yang ku alami. Dan akan kembali seperti sedia kala, keiklasan hati itulah yang menjadi penguat perjuangan hidupku.
                Aku yakin dan percaya, karena mata ku masih melihat dan telingaku masih mendengar diluar sana masih banyak yang tersakiti dan tidak menemui keadilan hidup. Mereka kemungkinan mau menyembunyikan aib tersebut namun mereka sulit dan tak bisa, sedangkan aku jika semuanya kusimpan rapat didalam hati ini tiada orang yang akan tau. Betapa sedih dan terlukanya hati ini. 


Tuhan .........
Dalam renungan ku selalu memanjatkan doa
Terlalu banyakkan dosaku........
Orang yang senantiasa mengingkarimu pun Engkau tutupi aibnya
Namun mengapa ku beginiii.......................

Ku bukan Manusia baja yang kuat selalu
Ku hanya buliran debu yang terbawa angin terbang
Ku yakin kupunya sesuatu yang indah dibalik ujianMu ini...
Ku yakin Aku masih punya kekuatan untuk bertahan dengan semua ini

Ya Allah.................................
Aku bisa ..................................
Aku harus Bisa.........................
Laa yukallifullah hu wus aahaaa “(Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuan hambanya....)
 

Rabu, 19 November 2014

Mengubah takdir

manusia hanya bisa berencana dan berusaha untuk mencari hal yang baik dan terbaik untuk kehidupannya yang dijalaninya. terkadang apa yang menjadi keinginan manusia tak sejalan dengan skenario yang di Gariskan oleh Allah SWT, padahal manusia hanya sebagai wayang yang siap sedia dimainkan oleh sang Dalang atau manusia hanya sesosok pemeran yang seluruh jalan ceritanya sudah ada di sutradara. bedanya kita bisa tau apa yang akan kita lakukan selanjutnya sedangkan takdir Allah adalah sebuah misteri dan pilihan Allah untuk kehidupan kita yang lebih baik lagi.
        senantiasa ber khusnuzon kepada Allah tentunya kita akan tetap ditolong sama Allah. seiring dengan waktu aku juga berpacu dengan sebuah kompetisi untuk menduduki jabatan sebagai abdi negara. "good luck"

Kamis, 06 November 2014

Aku hanya bisa berdoa, aku hanya bisa meyakinkan jiwa jika aku bisa.

Tahun Baru

Tahun baru ku awali dengan memondasi Rumah kami 1436 H, bertepatan dengan 25 Oktober 2014. hampir satu bulan berjalan rumahku dikerjakan bapak mertuaku dan dibantu kyai herman dan yang lainnya, belum ada tanda kalau mau selesai, dana telah mepet, harapanku bisa dapat arisan ternyata zonk. detik ini hatiku bagaikan tersiram air garam, luka yang lecet tersiram air garam ya begitulah rasanya. namun ku masih punya keyakinan jika detik yang akan datang sejalan dengan iramanya doa dan harapan aku mendapatkan cahaya terang kehidupan dan penyegar jika semuanya akan selesai sesuai yang diharapkan.

Minggu, 28 September 2014

"DUKA DAN BAHAGIA KALI INI"

Berita duka "inalillahiwainnailahirojiun" wak solha istri dari bpk parli depan rumah samping kami meninggal dunia pada pukul sekitar jam 10 wib. meninggal di RS charitas belitang menderita sakit yang kami dengar sakit Tipus, namun memang sebenarnya sebelumnya telah memiliki riwayat sakit Deabetes. Kami selaku tetangga dekat turut berbela sungkawan. ketika meninggal dunia kami sedang berada di sawah untuk ambili kayu. karena kami berusaha untuk mengumpulkan kayu untuk bahan bangunan rumah yang akan kami bangun.
selain kabar duka karena meninggalnya tetangga kami "keluarga kami juga memiliki berita bahagia dgn bertambahnya anugrah dan rizki yang telah Allah berikan kepada kedua orang tuaku, berupa "manak/kelahiran sapi".
darah yang mengalir begitu derasnya seperti tak mau lagi terbendung, namun masih bisa terbendung. aku memulai OL ku sudah berjalan lima hari ya walaupun sehari 10 menit namun tetap aku sempatkan. aku ingin membentuk sesuatu yang baru dan menjadikan diri lebih percaya diri, ya walaupun semua itu tidak seindah dan semudah yang dibayangkan. usaha dan kerja keras di iringi tekat dan doa ku yakin semua bisa.

Jumat, 26 September 2014

editan

Menjadi seorang wanita yang normal adalah harapan dan impian setiap insan. aku akan berusaha untuk selalu bangkit dan terus berlatih utuk bisa berjalan sendiri. bulan agustus kami mulai membersihkan tempat yang akan kami tanam rumah, planing kami bulan depan kami akan memulai pembangunan terseut, aku dan suami hanya bisa berdoa agar semuanya berjalan sesuai dengan harapan. dana yang kami punyapun masih sangat minimal. bertekad dan terus beritikat yang baik kami telah berusaha dengan bismillah..."

Selasa, 12 Agustus 2014

Hidup adalah tempat bertumpunya penderitaan dan kebahagian. Penderitaan yang dialami tak selamanya akan membuahkan kekecewaan, justru dibalik penderitaan ada kebahagiaan yang hakiki. tak selamanya kehidupan akan melulu menderita terus menerus.

duh sungguh tak kusangka begini caranya. ternyata untuk mencabut gigi yang sehat di awali dengan suntikan bius di gusi atas dan bawah. walah mau menolak udah terlanjur masuk mau berobat dan menghasilkan gigi imitasi. mau menolak ku berpikir suamiku aja udah berjuang menghantarkan aku kesini untuk berobat, la kok mau nolak. akhirnya ku hibur hatiku dan rasa ketakutanku dengan membuka memori ketika aku akan melahirkan ishaq yang ku perjuangkan dengan jalan operasi. lebih  berat dan lebih patal akibatnya kalau aku gagal operasi ketika itu, toh sudahnya fain-fain aja. alhasil dokter berhasil membius gigiku yang akan di cabut.

setelah disuntik bius tepat di gusi atas dan bawah, untuk sejenak kami menunggu...ku perkirakan kemungkinan agar obatnya mulai bekerja terlebih dahulu. baru setelah selang sepuluh menit dokter mulai bereaksi mencongkel dan mencabut gigiku, "kalau sakit nyeri nyomong ya...., tapi kalau terasa kayak dicabut ya biarkan aja".......

ketika dokter mulai beraksi mencongkel gigiku aku tetap membuka mata, kulihat betapa sulitnya dokter tersebut akan mencongkel gigiku, ku ingin melirik suamiku namun tak terlihat yang terlihat hanya wajah dokter tersebut berusaha untuk mencabut gigiku.